Integrasi Media Digital dan Pendekatan Psikolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Berbasis CEFR
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v7i3.9950Keywords:
BIPA, Media Digital, Psikolinguistik, CEFR, Pembelajaran Bahasa Kedua, Studi Kasus KualitatifAbstract
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah berkembang menjadi instrumen diplomasi budaya yang strategis, namun kajian yang mengintegrasikan media digital, pendekatan psikolinguistik, dan standar CEFR secara holistik dalam satu program masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tri-integrasi tersebut, mengeksplorasi persepsi pendidik dan pebelajar terhadap efektivitasnya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pedagogis yang muncul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Studi Kasus Intrinsik pada Program BIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 16 partisipan, observasi partisipatif enam minggu, dan analisis 12 dokumen kurikulum resmi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi metode dan member checking. Hasil menunjukkan bahwa integrasi telah terimplementasi secara fungsional: media digital berfungsi sebagai stimulus terdiferensiasi per keterampilan bahasa, prinsip psikolinguistik digunakan untuk memediasi input kognitif sesuai level CEFR, dan pebelajar melaporkan peningkatan motivasi yang signifikan. Namun, pendidik menghadapi tantangan pada beban kerja dan kalibrasi penilaian output digital. Penelitian ini menghasilkan model deskriptif tri-integrasi yang holistik sebagai kontribusi baru dalam literatur BIPA, dengan implikasi pedagogis berupa perlunya rubrik penilaian CEFR khusus output digital dan penguatan pelatihan psikolinguistik bagi pendidik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khofifah Indah Baitul Jannah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



