Konstruksi Pemahaman Gender dan Keadilan dalam Buku Ajar Akidah Akhlak Kelas IX: Analisis Wacana Kritis
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v7i3.9840Keywords:
gender, pendidikan Islam, analisis wacana kritis, patriarki, kesetaraanAbstract
Buku ajar Pendidikan Agama Islam, khususnya Akidah Akhlak, diduga masih mereproduksi bias patriarkal yang menghambat internalisasi nilai kesetaraan pada peserta didik madrasah. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi wacana gender dan keadilan dalam buku ajar Akidah Akhlak Kelas IX terbitan Kementerian Agama RI jenjang yang belum pernah dikaji secara kritis menggunakan perspektif gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) model Fairclough tiga dimensi: analisis teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Pengumpulan data meliputi analisis dokumen sistematis terhadap 128 unit analisis dalam delapan bab buku teks, wawancara semi-terstruktur dengan dua penulis buku dan tiga guru, serta observasi non-partisipan di tiga madrasah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil menunjukkan ketimpangan representasi gender yang sistematis: dari 124 figur, laki-laki mendominasi sebesar 70,2% dalam peran kepemimpinan publik dan otoritas keagamaan, sementara perempuan hanya 29,8% dan terkurung pada ranah domestik. Ditemukan pula aporia—kontradiksi internal antara ayat-ayat kesetaraan dan interpretasi qiwamah yang tidak didialogkan secara kritis dalam buku teks. Penelitian menyimpulkan bahwa buku ajar Akidah Akhlak mereproduksi ideologi patriarkal melalui mekanisme teks, diskursif, dan sosiokultural. Implikasi praktis mencakup revisi buku teks berbasis prinsip mubadalah, pelatihan pedagogi kritis bagi guru, serta kebijakan afirmatif pelibatan perempuan dalam penyusunan kurikulum.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shobichah Shobichah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



